Tuntunan 7 Shalat Sunnah Yang Dianjurkan Untuk Mengamalkannya (Tahajud, Duha, Istikharah, Tasbih, Taubah, Hajat & Safar lengkap terperinci


Tuntunan 7 Shalat Sunnah Yang Dianjurkan Untuk Mengamalkannya (Tahajud, Duha, Istikharah, Tasbih, Taubah, Hajat & Safar lengkap terperinci



Assalamu’alaikum W. R. W. B.
Apa kabar para pembaca ROG-?

Kini post kami akan membahas tentang Shalat Sunnah.
Kami akan menjelaskan apa saja Shalat Sunnah yang dianjurkan untuk mengamalkannya, walaupun setidak-tidaknya sekali seumur hidup.

* Maaf kami menggunakan huruf abjad dalam menulis doa ataupun niat.

Beberapa Shalat Sunnah (oleh Rafi Orilya Groups) :

1. Shalat Tahajjud
Shalat Sunnah Tahajjud dikerjakan pada waktu malam hari (pada jam : 1-2 malam) setelah bangun dari tidur.
Shalat Sunnah Tahajjud dilakukan dua raka’at sekurang-kurangnya, dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. (tiap dua raka’at salam)

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat lainnya.
(S. Al-Imran ayat : 284-286).

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat lainnya.
(S. Al-Imran ayat : 18-19-26-27).

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatat tahajjudi rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunah Tahajjud dua raka’at, karena Allah.

*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH TAHAJJUD DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

2. Shalat Duha
Shalat Duha ialah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik, pagi hari mulai jam 7 – 11.30 siang hari. Sekurang-kurangnya shalat duha dua raka’at dan sebanyaknya delapan raka’at (tiap dua raka’at salam).

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat Asy-Syams (wasy-syamsi wadluhahaa) setelah membaca surat Al-Fatihah.

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat Ad-Dluha (wadhuhaa wal laili idzaa sajaa).

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatad dluhaa rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat duha dua raka’at, karena Allah.
*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH DUHA DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

3. Shalat Istikharah
Shalat Sunnah Istikharah dua raka’at, untuk memohon kepada Allah SWT pada pilihan sesuatu (pekerjaan baik tau tidaknya yang akan dilakukan).
Maka dalam hal ini kita mohon penetapan (petunjuk) Allah SWT dari sesuatu pekerjaan yang masih kita ragu-ragukan baik atau buruk.

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun.

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat Al-Ikhlas.

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatal istikhaaroti rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Istikharah dua raka’at, karena Allah.

*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH ISTIKHARAH DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

4. Shalat Sunnah Tasbih
Shalat sunah Tasbih ini dianjurkan mengamalkannya, kalu bias pada tiap-tiap malam, kalau tidak bias , maka sekali seminggu, kalau juga tak sanggup, dapat juga dilakukan sebulan sekali atau setahun sekali, kalu tak bias setahun, setidak-tidaknya sekali seumur hidup.

a. Dikerjakan 4 (empat) raka’at dengan satu salam (pada siang hari).
b. Dan dua raka’at salam, kemudian 2 (dua) raka’at salam (pada malam hari).

* Pada siang hari
Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatat tasbiihi rok’aatin lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Tasbih empat raka’at karena Allah.


* Pada malam hari
Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatat tasbiihi rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Tasbih dua raka’at karena Allah.

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat lainnya.

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat lainnya.

Membaca tasbihnya sebagai berikut :
Subhaanallah wal hamdu lil laah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar
Artinya : Maha Suci Allah, serta puji-pujian bagi Allah, dan tidak ada Tuhan (yang wajib disembah) hanya Allah, dan Allah Maha Besar.

Dan lebih utama tasbihnya : (dengan membaca) sebagai berikut :
Laa haulaa wa laa quwwata illaa bil laahil ‘aliyyil ‘azhlim
Artinya : Tidak ada daya upaya dan tidak ada kekuatan, hanya dengan pertolongan Allah.

  1. Membaca Tasbih 15 kali, pada raka’at pertama setelah membaca Al-Fatihah, lain-lainnya.
  2. Membaca Tasbih 10 kali pada waktu  ruku’ setelah membaca lain-lainnya.
  3. Membaca Tasbih 10 kali, pada waktu I’tidal (bangkit dari ruku’) setelah membaca lain-lainnya.
  4. Membaca Tasbih 10 kali, pada waktu sujud setelah membaca lain-lainnya.
  5. Membaca Tasbih 10 kali pada waktu duduk antara dua sujud, setelah membaca lain-lainnya.
  6. Membaca Tasbih 10 kali pada waktu sujud setelah membaca lain-lainnya.
  7. Membaca Tasbih 10 kali pada waktu akan berdiri (duduk membaca Tasbih) kemudian bangkit berdiriuntuk meneruskan raka’at yang kedua dan seterusnya sehingga empat raka’at dengan jumlah 300 Tasbih. (75 Tasbih satu raka’at).

5. Shalat Sunnah Taubah
Shalat sunnah Taubah dua raka’at (4 dan 6 raka’at) dilakukan setelah seseorang telah merasa berbuat dosa (ma’siat), kemudian bertaubat kepada Allah SWT.
Bertaubat dari sesuatu dosa ialah menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan itu (perbuatan ma;siat/dosa dan sebagainya), dan berniat pada hati yang ikhlas karena Allah tidak melakukan lagi perbuatan ma’siat/dosa itu, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatat taubah rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Taubah dua raka’at, karena Allah.

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat lain-lainnya.

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat lain-lainnya.

*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH TAUBAH DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

6. Shalat Sunnah Hajat
Shalat sunnah Hajat yang dikerjakan dua raka’at (4 dan 12 raka’at karena mempunyai hajat agar; diperkenankan) hajatnya oleh Allah SWT, dan berdoa pada Nya.
Dan pada tiap dua raka’at salam.

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatal hajati rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Hajat dua raka’at karena Allah.

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah, kemudian Al-Kafirun 10 kali.

Pada raka’at II (kedua) surat Al-Fatihah, kemudian surat Al-Ikhlas 10 kali.
Kemudian setelah Salam, sujud kembali satu kali dalam sujud itu membaca sebagai berikut :
1. Membaca Shalawat 10 kali sebagai berikut :
Allahumma sholli ‘alaa habiibika sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shohbihi wa salim

2. Membaca Tasbih 10 kali sebagai berikut :
Subhaanallaah wal namdu lil laahi walaa ilaaha illallahu wallaahu akbar

3. Membaca Doa 10 kali sebagai berikut :
Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar

Kemudian kita mohon kepada Allah (katakanlah) apa yang dibutuhkan hajatnya, dan kemudian bangkitlah (bangun) dari sujud itu.

*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH HAJAT DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

Setelah membaca doa Shalat Hajat, kemudian membaca Shalawat 100 kali sebagai berikut :
Allaahumma sholli ‘alaa syyidinaa Muhammadin sholaatar ridlaa wardla ‘an ash haabihir ridlaar ridlaa
Artinya : Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad kesejahteraan yang diridlai, dan ridlailah dari pada para sahabat-sahabatnya sekalian.

Keterangan :
Shalat sunah Hajat ini, laksanakanlah semalam, dua, tiga, hingga tujuh malam, sebagaimana yang dibutuhkan pada Hajatnya itu. Insya Allah terkabul.

7. Shalat Sunat Safar
Bagi orang yang berpergian yang tidak ma’siyat, disunahkan untuk mengerjakan shalat sunat. Misalnya berpergian untuk berdagang, utnuk mencari ilmu untuk pergi haji, dan lain-lain. Tujuannya supaya mendapat keselamatan, keridhaannya dan berhasil apa yang dicita-citakannya, dan shalat sunat safat ini dikerjakan sebelum pergi. Adapun jumlah rakaatnya ada dua raka’at.
Dari Abu Hurairah Nabi bersabda :
“ Apabila engkau hendak keluar dari rumahmu, bershalatlah dua raka’at, niscaya dua raka’at itu memeliharamu dari tempat keluarnya kejelekan, dan apabila engkau masuk ke dalam rumahmu, bershalatlah dua raka’at, niscaya dua rakaat itu memeliharaamu dari masuknya kejelekan”. (HR. Baihaqi)

1. Mula-mula berdiri lurus (tegak) menghadap kiblat. Ke dua kaki dijarangkan kira-kira sejengkal dan tangan di lepaskan. Mata diarahkan ketempat sujud.

Niatnya :
Ushalli Sunnatas Safari rak’ataini lil laahi ta’aalaa (didalam hati)
Artinya : Aku shalat safar (hendak berpergian) dua raka’at karena Allah.



Penyusun Oleh : H. M. Parlindungan S. (Up. Firdaus : Jakarta)
Penulis : Rafi Aldiansyah Asikin

Email : rafi.aldi2624@ymail.com
Telp : 081229593946

(Artikel Dilindungi)
Setakan alamat blog ini jika mengcopy paste.
Hak Cipta Dilindungi

Terima Kasih
Rafi Orilya Groups
by Rafi Aldiansyah Asikin
Previous
Next Post »